Cari berita

Kasus Unggul

Published by
25 Aug 2025
Pameran REHACARE Jerman 2025

Ningbo Baichen Medical Devices Co., Ltd. Akan Tampil di REHACARE 2025 Tanggal: 17-20 September 2025 Nomor Booth: 4-J33 Lokasi: Messe Düsseldorf, Jerman Ningbo Baichen Medical Devices Co., Ltd. menantikan pertemuan dengan Anda untuk mengeksplorasi peluang...

Published by
24 Aug 2025
Guinness World Records

Model seri kursi roda listrik berbahan paduan magnesium yang dikembangkan dan diproduksi secara mandiri oleh Baichen: BC-EM808 berhasil memecahkan rekor Guinness World Records sebagai kursi roda listrik terkecil dalam ukuran lipat.

Published by
21 Dec 2023
Merek online / Pasar Inggris Raya

Kerja sama pertama dengan Ningbo Bachen adalah produk serat karbon, pesanan pertama bernilai 300.000+ USD.

Berita Terbaru

Published by
20 May 2026
Ketika Kursi Roda Tidak Lagi "Terlihat Seperti Kursi Roda"—Beralih dari Prasangka Estetika Menuju Kesetaraan Estetika

Ketika Kursi Roda Tidak Lagi "Terlihat Seperti Kursi Roda"—Beralih dari Prasangka Estetika Menuju Kesetaraan Estetika

Upaya Tak Kenal Lelah Jepang dalam Mewujudkan Mobilitas Ramah Lansia—Desain Profil Sempit, Kompatibilitas dengan Kereta Bawah Tanah, serta Ringan

Published: 13 May, 2026 Category: Berita Perusahaan Read time:

Di Jepang—negara dengan populasi berusia lanjut paling maju di dunia—kursi roda listrik dan skuter mobilitas telah lama bukan lagi sekadar "perangkat medis"; melainkan telah menjadi alat mobilitas integral yang terjalin erat dalam pembuluh kapiler kehidupan perkotaan sehari-hari. Tim riset pasar global Baichen baru-baru ini melakukan studi khusus mengenai alat bantu mobilitas ramah lansia di Jepang, yang mengungkap filosofi desain produk yang berbeda secara signifikan dibandingkan pasar Barat. Tiga prinsip utama—Sempit, Ringan, dan Presisi—mendominasi arah desain. Wawasan yang diperoleh dari negara tetangga kami ini telah memberikan perspektif baru bagi Baichen dalam pengembangan berulang lini produk kami sendiri.

  • image5.jpg
  • image6.jpg

I. Sempit: Menyesuaikan Diri dengan "Jarak Bebas Minimum" di Rumah-Rumah dan Fasilitas Umum Jepang

Pintu-pintu di rumah-rumah khas Jepang umumnya memiliki lebar antara 70 hingga 75 sentimeter (mengikuti standar tradisional "shakuroku"); pada properti sewa dan apartemen khusus lansia, lebar tersebut bahkan bisa lebih sempit, turun hingga hanya 65 sentimeter. Sebagai perbandingan, kursi roda standar di pasar Barat biasanya berukuran 65 hingga 68 sentimeter lebarnya; setelah dipasangi sandaran lengan, lebar ruang bebas yang sebenarnya dibutuhkan untuk melaluinya sering kali melebihi 70 sentimeter, sehingga manuver di dalam ruangan di area berarsitektur Jepang menjadi sangat sulit.

Akibatnya, pasar Jepang memberlakukan persyaratan ketat terkait lebar maksimum kursi roda listrik. Model-model utama dirancang dengan lebar keseluruhan kendaraan yang dipertahankan secara ketat antara 58 hingga 62 sentimeter. Selain itu, sandaran lengan dirancang agar dapat dilipat ke atas atau ditarik ke dalam, sehingga mengurangi jejak lateral sebesar tambahan 10 hingga 15 sentimeter. Lebih jauh lagi, infrastruktur publik di Jepang—termasuk gerbang putar kereta bawah tanah, pintu masuk minimarket, dan bilik toilet umum—dirancang berdasarkan batas lebar bebas sebesar 60 sentimeter; kursi roda harus mampu melewati "masuk lurus dan keluar lurus" tanpa perlu manuver ke samping atau mundur.

Mengacu pada standar Jepang ini, tim desain Baichen telah mengembangkan model kursi roda berbahan paduan aluminium baru—yang akan diluncurkan pada tahun 2025—dengan lebar rangka yang dikurangi menjadi hanya 59 sentimeter. Model ini dilengkapi sistem sandaran lengan cepat lepas satu sentuh, memungkinkan pengguna melepaskan sepenuhnya sandaran lengan dalam waktu kurang dari tiga detik serta melintasi lorong selebar 55 sentimeter. Selama penjualan percontohan di dealer kami di Jepang, umpan balik pengguna menunjukkan peningkatan sebesar 70% dalam kemampuan berhasil melintasi ruang sempit.

II. Ringan: Memenuhi Kebutuhan Nyata akan "Portabilitas Satu Tangan" bagi Perawat Wanita dan Lansia

Di rumah tangga Jepang, pengasuh utama yang membantu pengguna kursi roda sering kali adalah pasangan berusia di atas 65 tahun atau perempuan usia paruh baya hingga lanjut usia—individu yang umumnya memiliki kekuatan fisik terbatas. Akibatnya, pasar Jepang sangat sensitif terhadap "berat penyimpanan" kursi roda listrik—tidak hanya menuntut keseluruhan kendaraan ringan, tetapi juga menuntut berat masing-masing komponen setelah dibongkar tetap berada dalam kisaran yang dapat diangkat dengan nyaman oleh seorang perempuan menggunakan satu tangan (biasanya ≤ 8 kg).

Merek-merek utama di Jepang umumnya menerapkan desain "rangka terpisah, baterai terpisah, dan jok terpisah": berat rangka utama 12–14 kg, modul baterai 2–3 kg, dan bantal jok 1–2 kg. Pengguna dapat mengangkut unit ini dalam tiga kali angkat terpisah, memungkinkan penyimpanan mudah di bagasi mobil *Kei* (mobil ringan) atau di lemari penyimpanan di pintu masuk rumah.

Mengambil inspirasi dari konsep ini, Baichen telah mengembangkan struktur modular "tiga bagian" berdasarkan rangkaian lipat serat karbon yang sudah ada. Dalam desain ini, bantalan kursi, baterai, dan rangka utama dilengkapi mekanisme pelepas cepat yang independen; komponen terberat—yaitu rangka utama—hanya memiliki berat 12,5 kg. Dengan penambahan roda troli portabel standar, unit ini dapat didorong dengan mudah di permukaan datar layaknya koper, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk membungkuk dan mengangkat perangkat secara manual. Desain ini telah diajukan untuk paten model utilitas di Tiongkok maupun Jepang.

III. Presisi: Ketepatan Operasional demi Transisi Mulus di Kereta Bawah Tanah dan Bus

Sistem transportasi umum Jepang sangat ramah pengguna kursi roda, namun sekaligus memberlakukan tuntutan yang sangat ketat terkait kemampuan manuver dan presisi kursi roda. Sebagai contoh:

Kesenjangan Platform: Pada beberapa jalur kereta api yang lebih tua, terdapat kesenjangan lateral sebesar 3–5 cm antara kereta api dan peron; hal ini mengharuskan roda depan kursi roda sejajar dan masuk ke dalam sudut kesenjangan tersebut dengan ketepatan presisi tinggi guna mencegah roda tersangkut atau macet.

Ramp Akses: Lebar ramp akses di pintu masuk bus umumnya hanya 50–60 cm; akibatnya, kursi roda harus bergerak dalam garis lurus sempurna, dengan pengendalian lateral yang presisi dan toleransi penyimpangan tidak lebih dari 2 cm.

Tombol Lift: Di Jepang, tombol lift publik umumnya dipasang pada ketinggian 90–100 cm dari lantai dan sering ditempatkan saling berdekatan; hal ini mengharuskan pengguna menggerakkan joystick untuk melakukan penyesuaian mikro dengan presisi tingkat milimeter.

Untuk mengatasi skenario-skenario khusus ini, kursi roda listrik kelas atas di Jepang umumnya dilengkapi dengan "Mode Kura-kura" (membatasi kecepatan maksimum pada 2 km/jam) dan kurva respons joystick non-linear (di mana dorongan kecil pada joystick hanya menghasilkan 5% dari output daya maksimum). Melalui pembaruan OTA, tim teknis Baichen telah meluncurkan "Firmware yang Disesuaikan untuk Jepang" untuk kursi roda Seri S yang diekspor ke Jepang. Pembaruan ini memperkenalkan "Mode Naik Kereta Api", yang mengurangi sensitivitas joystick sebesar 60% sekaligus mempersingkat jeda pengereman elektronik menjadi hanya 0,1 detik, sehingga pengguna dapat berpindah melewati celah peron dan menaiki landai sempit dengan percaya diri.

IV. Detail Berorientasi Pengguna: Dari "Footrest Cepat-Balik" hingga "Strip Reflektif Malam Hari"

Yang sering kali paling menyentuh dalam desain ramah-lansia di Jepang bukanlah spesifikasi teknisnya, melainkan detail-detail kecil yang penuh pertimbangan:

Pijakan Kaki Cepat-Balik: Pengguna dapat membalikkan pijakan kaki ke atas hanya dengan menggunakan jari kaki—menghilangkan kebutuhan untuk membungkuk saat naik atau turun dari kursi roda.

Strip Reflektif Malam Hari: Undang-undang Jepang mewajibkan kursi roda yang beroperasi pada malam hari dilengkapi bahan reflektif di sisi dan bagian belakangnya; selain itu, bahan-bahan tersebut harus berwarna kuning atau oranye.

Kursi roda edisi khusus Baichen untuk pasar Jepang kini menghadirkan detail-detail ini sebagai standar di seluruh lini produk. Secara khusus, mekanisme "Pijakan Kaki Cepat-Balik" menggunakan desain bantu pegas, sehingga pengguna hanya perlu menerapkan gaya sebesar 1 kilogram untuk membalikkan pijakan—dengan demikian secara signifikan mengurangi beban pada punggung bawah.

Inisiatif Baichen: Menggunakan Jepang sebagai Tolok Ukur untuk Memperkaya Desain Global

Karena kendala lingkungan yang ekstrem serta tuntutan pengguna yang sangat ketat, pasar Jepang berfungsi sebagai "batu uji" untuk menguji desain kursi roda listrik berbasis manusia. Baichen telah mengamati secara cermat catatan penggunaan dari 50 rumah tangga di Jepang selama bertahun-tahun. Pada tahun 2026, Baichen berencana memperkenalkan secara bertahap tiga teknologi yang telah terbukti—kerangka berbadan sempit, struktur transportasi berkerangka terpisah, dan "Mode Kecepatan Kura-Kura"—ke dalam lini produknya untuk pasar Eropa dan Asia Tenggara.

Kami meyakini bahwa perangkat bantu bagi lansia yang benar-benar unggul harus mampu melintasi setiap pintu sempit dengan mudah, menaiki setiap anak tangga secara lancar, serta menemani setiap perjalanan dengan sunyi. Baichen akan terus menyempurnakan produknya dengan perspektif global, sehingga kursi roda berlabel "Cerdas Buatan Tiongkok" mencerminkan kehangatan berbasis manusia dalam bentuk paling utuh.

Jika Anda tertarik dengan produk khusus Baichen, kami mengundang Anda untuk mengunjungi situs web resmi Baichen.

Menjamin ketenangan pikiran pada setiap kali lepas landas merupakan janji tak tergoyahkan Baichen kepada para penggunanya.

Baichen berkomitmen memanfaatkan teknologi inovatif dan desain berorientasi pengguna guna menyediakan solusi mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan cerdas bagi pengguna di seluruh dunia. Untuk informasi produk lebih lanjut serta panduan mobilitas, silakan kunjungi situs web resmi Baichen.

Ningbo Baichen Medical Devices Co.,LTD.

+86-18058580651

[email protected]

Baichenmedical.com/baichenmobility.com


Akhir Cerita