Melampaui Kantor: Retret Tim yang Tak Terlupakan di Pelukan Alam 30 Oktober - 2 November 2025
Dalam pengembangan kursi roda listrik, teknologi baterai secara langsung memengaruhi pengalaman pengguna dan kinerja produk. Saat ini, baterai lead-acid dan lithium merupakan pilihan utama, masing-masing memiliki karakteristik unik yang sesuai dengan skenario penggunaan dan kebutuhan pengguna yang berbeda.
Baterai Lead-Acid: Teknologi Terbukti, Ekonomis, dan Praktis
Baterai lead-acid merupakan teknologi awal yang diadopsi pada kursi roda listrik. Baterai ini menggunakan elektroda timbal dan oksida timbal, serta larutan asam sulfat sebagai elektrolit, menyimpan dan melepaskan energi listrik melalui reaksi kimia. Keunggulan utama jenis baterai ini adalah biayanya yang rendah, sehingga sering membuat kendaraan lebih kompetitif dari segi harga. Teknologinya yang matang serta kemudahan dalam perbaikan dan penggantian membuatnya cocok untuk pengguna dengan anggaran terbatas.
Namun, baterai asam-timbal relatif berat, sering kali menambah bobot keseluruhan kursi roda dan mengurangi portabilitas. Baterai ini juga memiliki kepadatan energi yang rendah, sehingga jangkauannya terbatas. Selain itu, baterai asam-timbal memiliki umur siklus yang pendek, dan kapasitasnya secara bertahap menurun setelah siklus pengisian dan pelepasan daya yang sering dilakukan hingga habis, sehingga memerlukan perawatan elektrolit secara rutin serta tindakan pencegahan agar tidak terjadi over-discharge.
Bagi pengguna dengan keterbatasan mobilitas dan anggaran terbatas, seperti mereka yang tinggal di panti jompo atau yang sering menggunakan kursi roda di dalam ruangan, baterai asam-timbal merupakan pilihan yang praktis. Baterai jenis ini tetap menjadi fitur umum dalam beberapa pembelian besar di mana bobot bukan prioritas utama dan biaya pengadaan awal lebih dipertimbangkan.

Baterai Lithium: Tren Utama dalam Keringanan dan Efisiensi Tinggi
Baterai lithium menggunakan logam lithium atau senyawa lithium sebagai bahan elektroda, dan proses pengisian serta pelepasan muatan dicapai melalui pergerakan ion lithium antara elektroda positif dan negatif. Kepadatan energi yang tinggi membuatnya jauh lebih ringan dibandingkan baterai asam-timbal untuk kapasitas yang sama, membantu mengurangi berat kendaraan dan meningkatkan portabilitas. Baterai lithium juga menawarkan jangkauan yang lebih baik, dengan baterai lithium yang umum digunakan pada kursi roda listrik mampu menempuh jarak 25 kilometer atau lebih.
Baterai lithium memiliki siklus hidup yang panjang dan biasanya mendukung lebih banyak siklus pengisian dan pelepasan, sehingga memerlukan penggantian yang lebih jarang dibandingkan baterai asam-timbal selama penggunaan jangka panjang. Secara umum, baterai ini tidak memerlukan perawatan rutin, dapat diisi ulang saat bepergian, serta tidak memiliki efek memori, sehingga lebih nyaman digunakan. Namun, baterai lithium memiliki biaya pembelian awal yang lebih tinggi dan memerlukan persyaratan rangkaian pengisian tertentu, yaitu sistem manajemen baterai (BMS) khusus untuk memantau suhu, tegangan, dan faktor lainnya demi keselamatan.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi dan mengutamakan kenyamanan, seperti mereka yang sering bepergian, menggunakan transportasi umum, atau melakukan perjalanan jarak jauh, baterai lithium menawarkan pengalaman yang lebih baik. Baterai ini juga lebih ramah pengguna bagi pengguna yang lebih ringan atau yang membutuhkan mobilitas lebih.

Pertimbangan Komprehensif dalam Pemilihan Baterai
Saat memilih baterai, pertimbangkan skenario penggunaan, anggaran, dan kebutuhan masa pakai baterai:
Baterai lithium-ion pada umumnya lebih cocok untuk pengguna yang sering menggunakan kendaraan mereka untuk perjalanan jarak jauh di luar ruangan, karena menawarkan keunggulan signifikan dalam hal masa pakai baterai yang panjang dan desain yang ringan.
Bagi pengguna yang berada di lokasi tetap dan memiliki anggaran terbatas, baterai asam-timbal masih dapat secara andal memenuhi kebutuhan perjalanan dasar.